Rabu, 05 September 2012

Masih tentang "Timeline"

Sudah beberapa hari berlalu sejak saya selesai membaca "Timeline" tapi sampai sekarang masih terbayang - bayang dalam kepala perjalanan ceritanya. Khususnya untuk bagian akhirnya dimana Marek salah satu tokoh dalam cerita yang akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di masa lalu, karena ia menyukai suasana di era itu, ketika membacanya saya merasa merinding karena pastilah jika itu benar - benar terjadi maka adalah keputusan yang besar, untuk meninggalkan semuanya yang ada di masa depan dan tinggal di masa lalu.

Demikian juga dengan perubahan sifat dari Chris yang awalnya orang modern yang lembek dan santai kemudian berubah menjadi berani yang akhirnya meluluhkan hati Kate karena keberaniannya (juga tokoh utama dalam cerita). Bayangkan saja, bagaimana kita yang tinggal di masa modern, tiba - tiba harus menghadapi politik istana, peperangan, penyerbuan di masa lalu, untuk bertahan hidup satu - satunya cara adalah menjadi kuat, tidak ragu - ragu. Gagal berarti kematian..

1 yang saya rasa kurang dalam cerita, yaitu prof. Johnson. Dalam cerita sepertinya beliau lurus - lurus saja tanpa emosi / perasaan. Padahal Marek, Kate dan Chris kan pergi ke masa lalu untuk menjemput beliau. Seharusnya prof. Johnson digambarkan lebih ... entahlah... lebih beremosi/perasaan. Hingga akhir prof. Johnson tidak jelas kepribadiannya, apakah beliau itu tegas, lemah, kuat, bijak, dll.

Tapi over all novelnya saya suka, walaupun gaya penulisannya agak berbeda dibandingkan dengan penulis - penulis lainnya. Menurut saya tulisan Michael Crichton lebih mirip skirp / naskah film, pendek - pendek dan berpindah - pindah; mungkin buat beberapa orang gaya tulisannya agak sedikit aneh dan tidak enak. Tapi tidak buat saya :) 

Next saya pengen banget membaca "Prey" yang juga tulisan Michael Crichton, bercerita mengenai nano teknologi. Sepertinya seru...